RSS

G. Mengklasifikasikan Makhluk Hidup dan Benda Tak Hidup

         Klasifikasi merupakan kata serapan dari bahasa Belanda, classificatie, yang sendirinya berasal dari bahasa Prancis classification.Istilah ini menunjuk kepada sebuah metode untuk menyusun data secara sistematis atau menurut  beberapa aturan atau kaidah yang telah ditetapkan.Secara harafiah bisa pula dikatakan bahwa klasifikasi adalah pembagian sesuatu menurut kelas-kelas. Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu.

         Dengan memahami ciri-ciri makhluk hidup dan benda tak hidup se­perti diuraikan di muka, kita dapat membedakan antara makhluk hidup dan benda tak hidup. Tetapi bagi makhluk hidup yang sangat sederhana susunannya dan sangat kecil ukurannya, ciri-ciri kehidup­an tadi sukar untuk dapat diamati begitu saja. Dalam kehidupan sehari-hari dengan mudah kita dapat menyebut bahwa batu itu benda tak hidup sedang kucing adalah makhluk hi­dup. Mengapa kita bisa mengatakan bahwa batu itu benda tak hidup dan kucing adalah benda hidup? Hal ini tentu berdasarkan tanda-tanda yang dapat dipakai untuk membedakan antara benda tak hidup dan makhluk hidup. Sifat-sifat umum yang dapat dipakai untuk membedakan antara keduanya adalah:

  • Bentuk dan ukuran

         Makhluk hidup mempunyai bentuk dan ukuran tertentu se­dang benda tak hidup tidak, sebagai contoh: batu ada yang sebesar butir pasir, tetapi ada pula sebesar gunung, sedang kucing misalnya bentuk dan ukurannya tertentu.

  • Komposisi kimia

         Makhluk hidup mempunyai komposisi kimia tertentu yaitu terdiri dari unsur-unsur Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (0), Nitrogen (N), Belerang atau Sulfur (S), Posfor (P), dan se-dikit mineral. Benda tak hidup komposisi kimianya tidak tertentu.

  • Organisasi

         Setiap makhluk hidup terdiri dari sel-sel. Sel-sel ini membentuk jaringan, dan jaringan membentuk organ. Sistem organ mem­bentuk proses hidup. Pada benda tak hidup susunannya sedemikian rupa, merupakan hasil dari unsur pokoknya.

  • Metabolisme

         Pada makhluk hidup terjadi pengambilan dan penggunaan ma-kanan, pernapasan (respirasi) sekresi dan ekskresi. Benda-bendatak hidup tidak mengalami hal-hal tersebut.

  • Iritabilitas

         Makhluk hidup dapat memberikan reaksi terhadap perubahan sekitarnya, misalnya cahaya, gerakan, kelembaban dan suhu. Besarnya reaksi tidak seimbang dengan besarnya aksi. Sebagai contoh, besi yang kena panas akan memuai sesuai dengan panas yang diterima.

  • Reproduksi

         Pada makhluk hidup terdapat kemampuan untuk membuat makhluk itu menjadi banyak, sedang benda tak hidup tidak.

  • Tumbuh dan mempunyai daur hidup

         Setiap makhluk hidup mempunyai proses pertumbuhan dan mempunyai daur hidup, artinya mempunyai proses kelahiran, tumbuh, dewasa dan mati. Benda tak hidup membesar karena pengaruh luar seperti halnya pada kristal.

         Hal-hal tersebut di atas merupakan perbedaan antara makhluk hidup dengan benda-benda tak hidup, dan bukan kriteria untuk menetapkan apakah sesuatu itu makhluk hidup atau benda tak hidup. Untuk lebih memahami antara makhluk hidup dan benda tak hidup silahkan lanjut ke halaman berikutnya untuk melakukan kegiatan observasi!

Test

Hopefully your learning so fun!!! 😉

<<<Back                                                                                                                                     Next>>>

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: