RSS

Autobiografi

22 Mar

CYMERA_20140227_210518

              Pada tahun 1994, hari Senin Legi tanggal 28 Maret di rumah sakit Annisa, tepatnya pukul 00.25. Lahirlah seorang bayi perempuan dengan berat 2,8 kg dan panjang 50 cm. Inilah aku, Wahyu Marliyani. Sebuah nama yang bermakna suatu anugerah terindah dari Allah yang telah melengkapi kebahagiaan kedua orang tuaku. Aku adalah putri kedua dari pasangan Giyanto dan Walidah. Orang tuaku menikah pada tahun 1990. Pada tahun 1991, mereka dianugerahi seorang putri yang diberinya nama Rahayu Febriani. Dialah kakak dan sekaligus saudaraku satu-satunya. Aku berdarah asli Jawa. Ayahku keturunan Yogyakarta asli di daerah Imogiri, Bantul. Begitu pula ibuku keturunan Yogyakarta di daerah Wukirsari, Bantul. Dulu ayahku bekerja sebagai buruh di Jakarta semenjak tahun 1993 dan berhenti tahun 1998 karena ingin selalu bersama keluarga dan lelah bolak balik Yogyakarta -Jakarta. Dan sekarang beliau menjadi buruh bangunan walaupun pekerjaan tersebut tidak selalu ada, namun beliau tetap membanting tulang demi memenuhi kebutuhan keluarga. Lalu ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga yang mengabdikan seluruh hidupnya demi mengurus keluarga. Aku menganut agama Islam. Dan tinggal di sebuah rumah yang sederhana di daerah bagian selatan Yogyakarta, tepatnya di Ngancar RT 02 Karangtalun Imogiri Bantul.

              Tahun 1998, akhirnya aku bisa bersekolah di taman kanak-kanak Pertiwi 9. Letaknya di Bandungan Karangtalun Imogiri. Tiga tahun lamanya aku menempuh pendidikan di sana. Setelah itu pada tahun 2001 melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah formal di SDN 3 Imogiri, yang jaraknya tak jauh pula dari rumahku. Dari kecil, aku suka sekali membaca cerpen di majalah anak-anak, hingga berlangganan majalah Bobo. Sewaktu SD, aku pernah ditunjuk mewakili beberapa acara lomba diantaranya lomba baca puisi, dokter kecil, olimpiade MIPA, dan menari. Sayangnya sampai aku lulus SD, aku tak pernah meraih sebagai juara.Hal yang paling berkesan sewaktu SD kami selalu menang dalam lomba drum band, baik tingkat kabupaten maupun daerah. Dan pada tahun 2007, aku lulus SD dengan nilai UN tertinggi di SD dan peringkat 3 dikecamatan Imogiri. Setelah itu aku melanjutkan ke SMP N 1 Imogiri. Sewaktu SMP, aku tidak pernah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang non akademik, aku lebih tertarik mengikuti pembinaan olimpiade yang diadakan satu minggu sekali sebagai ganti kegiatan ekstra. Kelompok olimpiade matematikalah aku terpilih. Mulai sejak itu minatku terhadap matematika tumbuh dan berkembang. Waktu kelas 2 SMP sempat ikut lomba tapi tetap tidak membuahkan hasil. Kelas 3 disibukkan dengan persiapan UN, aku tidak pernah ikut tambahan bimbingan belajar diluar sekolah. Disekolah sudah ada tambahan jam pelajaran dipagi hari dan sepulang sekolah.

              Tahun 2010 aku lulus SMP dengan nilai 35,85. Sempat merasakan penyesalan tidak masuk 10 besar. Aku menduduki peringkat 11 disekolahan. Mendapat nilai yang lumayan tinggi, aku merasa senang bisa melanjutkan ke SMA yang aku inginkan. Tapi, berhubung ibu dan bapak merasa keberatan dengan biaya sekolahan tersebut, aku lebih memilih untuk mengikuti saran ibu melanjutkan ke SMA N 1 Jetis. Jarak sekolan dari rumah hanya 5 km.

              Masa SMA, masa dimana banyak pengalaman telah aku ukir disana. Penyesalan tidak bisa masuk SMA impianku telah sirna. Pada akhirnya aku bangga bisa masuk SMA N 1 Jetis. Di sana aku bisa merasakan dan mengambil banyak pengalaman. Masa SMA merupakan masa yang mungkin tak akan aku lupakan, banyak pelajaran yang menjadikanku lebih dewasa dan mengerti arti tujuan hidup. Terimakasih banyak kepada guru-guru dan teman-temanku semasa SMA.

             Pada tahun 2013, aku lulus SMA dan melanjutkan ke Universitas Negeri yogyakarta (UNY) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (MIPA). Aku memilih jurusan Pendidikan IPA, awalnya aku berfikir salah untuk mengambil jurusan, aku tidak suka dengan jurusan ini. Namun seiring berjalannya waktu, rasa penyesalan itu tlah sirna, sekarang aku harus tetap berusaha dan pantang menyerah demi meraih masa depanku. Semoga saja pilihanku benar dan aku berharap, semoga apapun yang ku cita-citakan semuanya tercapai. Dan kelak aku bisa menjadi orang yang berguna, berbakti, dan membanggakan kedua orang tuaku di masa depan.

<<<Back                                                                                                                                               

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 Maret 2015 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: