RSS

Airku Sayang Airku Malang

22 Mar

ae9cd99d7509dfbd935531b531d04881_tumbuhan-air          Krisis air bersih menjadi permasalahan utama bagi bangsa Indonesia saat musim kemarau tiba. Beberapa wilayah di Indonesia khususnya Pulau Jawa yang memeiliki populasi penduduk yang padat, sering mengalami kekeringan pada musim kemarau panjang. Sulitnya memperoleh air, memaksa masyarakat untuk menggunakan air seadanya. Kebanyakan masyarakat menggunakan genangan air yang tersisa didaerah sungai yang mulai mengering untuk keperluan sehari-hari. Padahal, kondisi air yang terlihat dengan kasat mata berwarna keruh kecoklatan tersebut sangat tidak layak untuk dikonsumsi. Namun, apabila masyarakat tetap bersikekang untuk mengkonsumsi air tersebut, maka akan menimbulkan dampak yang buruk bagi kesehatan mereka.

          Masalah krisis air bersih yang melanda bangsa Indonesia sangat berbanding terbalik dengan kondisi alam bangsa Indonesia yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) Hayati dan Sumber Daya Alam (SDA) non-Hayati terbesar di dunia. Luasnya area perhutanan menjadi indicator bahwa bangsa Indonesia memiliki cadangan air terbesar yang tersimpan diarea tersebut. Indonesia sebagai Negara kepulauan dengan luas wilayah perairan lebih besar daripada luas wilayah daratannya, menunjukkan bahwa bangsa Indonesia memiliki ketersediaan air cukup melimpah. Potensi ketersediaan air tersebut seharusnya mampu mencegah terjadinya kekeringan diberbagai wilayah Indonesia. Namun, kenyataannya dari tahun ke tahun bangsa Indonesia tidak pernah lepas dari masalah kekeringan yang mengarah pada krisis air bersih.

          Potensi ketersediaan air bersih di Indonesia berkurang dari tahun ke tahun sebagai akibat dari adanya pencemaran lingkungan dan rusaknya daerah tangkapan air. Pembangunan industry dalam skala besar diikuti diikuti dengan meningkatnya jumlah produksi limbah yang tidak mendapatkan pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang, berdampak buruk pada kondisi lingkungan. Pencemaran limbah produksi terhadap air sungai, mengakibatkan air menjadi keruh kecoklatan dan tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Padahal, sungai merupakan kontribusi utama air terbesar bagi masyarakat desa dan masyarakat yang tinggal didaerah tepi sungai. Selain itu, pembukaan lahan perhutanan secara besar-besaran tanpa diimbangi dengan reboisasi, mengakibatkan semakin berkurangnya cadangan air kehidupan bangsa Indonesia.

          Kecenderungan masyarakat mengkonsumsi air bersih meningkat secara eksponensial. Hal ini berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kesehatan. Namun, hal tersebut tidak diimbangi dengan layaknya kondisi air minum yang dikonsumsi oleh masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa kelayakan air di Indonesia telah mencapai ambang yang sangat memprihatinkan.

          Untuk mengatasi krisis air bersih yang terjadi di Indonesia, perlu dilakukan berbagai upaya penyelamatan lingkungan, termasuk diantaranya penyelamatan sumber-sumber air secara terintegrasi dan berkelanjutan menggalakkan gerakan hemat air, gerakan penanaman seribu pohon, konservasi lahan, pelestarian hutan, pembangunan tempat penampungan air hujan, membuat sumur resapan air (biopori) serta mengurangi pencemaran air dengan cara pengolahan berbagai limbah.

Hopefully your learning so fun!!!😉

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 Maret 2015 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: